Pagi itu aku mengawali hari yang indah karena ada sederetan isu yang kukantongi, salah satunya sosialisasi dana BOS di Disdikpora, kebetulan aku jg diundang ma maneger BOS buat ngliput.
Dengan santainya aku duduk dan menyimak acara yg cukup menarik.
Tapi di tengah kegiatan, datang Kadisnya dan di depan umum serta memakai mikropon,
"Ini ada rekani kita dari BNS mbak ????, saya informasikan kalau acara ini adalah kegiatan evaluasi rutin yang sudah menjadi tupoksi kami, jadi mohon untuk tidak dipublikasikan,".
Serasa dilempari kotoran ayam, dia ngomong di depan umum, menyebut namaku lengkap.
Kenapa Kadis pendidikan justri tidak beretika? Jadi seperti ini gambaran pendidikan di kota yang dua kali meraih adipura?
Heran saja, keberadaanku untuk memenuhi undangan tetapi ada pihak yg tidak menginginkan.
Dasar pengecut, yg tidak bisa menerima kekurangan di instansinya.
Thursday, July 24, 2008
Kebebasan yang Terpasung
Ditulis oleh
Trika
Jam
9:18 PM
0
orang yang komentar
Friday, July 18, 2008
Hari pertama sekolah
Fahri, memasuki hari pertama sekolah bikin ulah....
Memang sih dia bukan tipe anak yang cengeng tapi.......(semoga dia tidak seperti sinchan).
Begini, awalnya Fahri gak mau masuk kelas n ketika disuruh gurunya e...malah tu guru di kasih bogem mentah......
Tobat deh....meski aku ngumpet n ngeliatin cm dari jauh, ada rasa malu.....(kok bisa anakku seperti itu).
Bujuk punya bujuk akhirnya guru muda itu berhasil meruntuhkan pendirian si Fahri yang akhirnya mau masuk kelas.
Setelah masuk, pintu kelas langsung ditutup dan aku bisa leluasa mendekat ke pintu sekedar nguping apa aja yang diajarkan.
"Fahri.....ini warna apa sayang...," kata Guru.
"Bu guru ni lho..nanya...terus.....Dik yi ni pusing tau.....!," jawab Fahri.
Waduh...tu anak.....bikin aku malu.......
Apa aku salah ngasuh ya? setahuku aku cuma nyoba demokratis ma anak dengan batasan2 tertentu tapi kok jadinya seperti itu???
Ditulis oleh
Trika
Jam
11:01 PM
0
orang yang komentar
Thursday, July 3, 2008
Nyepi di Hari Kerja
Rabu pagi aku memulai hari terindah karena aku ijin untuk bertapa di pantai....(hm....lagi mo cari ilmu).
Ternyata memandangi laut yang begitu luas membuat pikiranku yang mampet jadi sedikit plong.
Kulampiaskan semua emosi ini dengan bermain air gak peduli apa pikiran orang, yg penting aku hepi, lepas dari beban kerja, rutinitas rumah tangga, dan semua kerikil-kerikil kecil di hidupku.
Sudah puas aku bermain air, kumelamun sambil mendengarkan musik dari hp serta menikmati sebtang coklat yg kubawa dr rumah.
Akhirnya kusadari bahwa hidup ini terlalu berharga jika digunakan utk bersedih.....(itu menurutku).
Meski aku sadar aku sudah membeli sepotong roti dengan penuh perjuangan dari mengumpulkan uang, jalan ke toko kue itu, hujan badai, tetapi roti yg sudah kubeli rasanya hambar.
Waktu itu rasanya ingin membuang roti itu dan menggantinya dengan roti yang berasa manis.
Tapi itu tidak mungkin terjadi karena toko roti itu hanya melayani satu kali saja dan tidak bisa untuk kedua kalinya.
Apapun itu, aku sudah memilih itu kue untuk menjadi hidupku..............
Hati ini sudah tidak karuan karena memilih roti yg salah.
AKu coba bertahan dan berpikir........................
Akhirnya aku mengambil sebuah kelapa yg ada dihalaman, memarutnya dan menjadikannya santan sebagai tambahan agar roti itu bisa terasa enak disantap.
Setidaknya itu lebih baik daripada aku terus2an merenungi nasib dan berharap bisa menukarnya dengan roti yg manis.
Ini hidup yang telah kupilih dan harus kujalani, tanpa menyerah, lebih baik aku memperbaiki daripada membuang apa yang sudah kuperjuangkan.
Ditulis oleh
Trika
Jam
9:18 PM
0
orang yang komentar
