Wednesday, November 28, 2007

Love........

Banyak orang yang membicarakan masalah cinta, tapi apa sih sebenarnya cinta itu?
Sepengetahuanku, ada beberapa jenis cinta mulai dari cinta eros, cinta pandangan pertama, dan cinta sejati yang paling didambakan setiap manusia.

Cinta eros: cinta jenis ini menganut aliran psikologi Sigmund Freud dimana setiap perilaku yang dimunculkan individu merupakan dorongan untuk memenuhi kebutuhan biologis, seperti makan, minum, dan sex. Tentunya, yang namanya cinta eros berarti ketertarikan lawan jenis karena fisik atau karena untuk memenuhi kebutuhan biologisnya saja. Cinta jenis ini tidak akan bertahan lama, karena untuk menjalin cinta eros tidak membutuhkan pendalaman pribadi satu sama lain.

Cinta pandangan pertama: biasanya sering dialami oleh ABG (bukan Angkatan Babe Gue-lho....) atau remaja awal. Terjadi saat mereka bertatap muka untuk pertama kalinya dan muncul rasa saling tertarik. Kenapa ya bisa terjadi? Konon, berdasarkan teori yang masih tersimpan di otak ini, kejadian itu karena jauh di alam bawah sadar mereka tersimpan memori adanya kemiripan fisik antara orang yang mereka kasihi dengan orang yang baru saja mereka jumpai.
(Nah lu.....pusing kan?) Percaya atau tidak, yang bisa membuktikan kebenaran teori hanya mereka yang pernah menjalani cinta pandangan pertama.
Cinta pandangan pertama ini tidak memberikan kesan mendalam setelah kita menemukan cinta2 berikutnya. (emang ada berapa sih tahapan cinta?)

Cinta sejati: .....(bersambung ke edisi berikutnya ye.......)

Friday, November 23, 2007

Kecelakaan lagi


Hari ini peristiwa tragis terulang, bus milik PO Yessoe dari Pangkalan Bun menuju Palangkaraya terbakar, dan menghilangkan 12 nyawa manusia.
Miris mendengarnya.....
Sebelumnya, Yessoe berulangkali mengalami ketidak beresan entah mesin maupun sopir yang sering dikeluhkan pelanggannya.
Namun, Dinas Perhubungan (Dishub) tidak pernah menanggapi serius hal ini.
Kasubdin Angkutan Darat mengatakan kalau kondisi armada bus yang ada di Kota ini bagus dan masih layak beroperasi.
Tak lama kemudian, terkuaklah kalau Dishub tidak punya fasilitas untuk mengecek kondisi mesin.
Secara tidak langsung, uji kelayakan yang rutin dilakukan hanya sekedar "formalitas".
Entah benar atau tidak, kenyataannya berulang kali kecelakaan terjadi karena ketidak layakan angkutan.
Sungguh keterlaluan juga pemilik PO Yessoe yang mengetahui kondisi bus-nya namun tetap dioperasikan.
Pelaku usaha memang sering mengejar keuntungan semata tanpa melihat keselamatan pelanggannya.
Tidak hanya angkutan darat, angkutan laut juga mengalami hal yang sama.
KM Senopati yang tenggelam di perairan Mandalika, Jepara juga karena kelalaian penyedia transportasi.
Tanpa diketahui pasti apakah kelebihan muatan, kelalaian nakhoda, atau kelambatan dari ABK untuk menginformasikan kapal mau tenggelam, termasuk keterbatasan alat keselamatan.
Tragis, terlebih bila menyaksikan sendiri jumlah penumpang yang membludak saat arus mudik ataupun arus balik.
Ketika dikonfirmasi, penyedia jasa kalau jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas.
Tapi itu bohong! Buktinya, garasi yang diperuntukkan kendaraan dipenuhi penumpang yang beralaskan tikar.
Bukti nyata kalau jumlah penumpang melebihi kapasitas.
Dibutuhkan kesdaran yang tinggi kalau Keselamatan Tanggung Jawab bersama.
Dibutuhkan juga shock terapy bagi penyedia jasa yang melakukan kebohongan,
agar mata dan hati mereka terbuka, ada puluhan bahkan ribuan nyawa penumpang tergantung dari kejujuran si kaya yang selalu mengejar keuntungan.

Tuesday, November 13, 2007

Pengkhianatan


Pengkhianatan? Kata temanku itu hal yang sering terjadi saat pacaran, bahkan memasuki pernikahan.
Disadari atau tidak dalam satu hari sering terjadi pengkhianatan entah terhadap suami, keimanan pada Tuhan dengan melakukan tindakan yang menyimpang ataupun pengkhianatan hati nurani.

Tapi bagiku, tidak selamanya pengkhianatan itu negatif. Tergantung cara pandang masing-masing.
Selama pengkhianatan itu mengarah ke hal yang positif demi perkembangan pribadi nggak ada salahnya. Asalkan pihak penderita tidak tahu pengkhianatan yang kita lakukan. Memang sedikit nyleneh pemikiranku ini, atau karena aku termasuk orang yang melakukan pengkhianatan?

Oh tentu tidak......
Kuakui aku memang melakukan suatu pengkhianatan, tapi bukan berarti aku menghancurkan sendiri kapal yang telah kurakit. Pengkhianatan yang tengah kulakukan justru mencari kekuatan agar sebuah kapal sampai ditempat tujuan.

Karena tidak semua orang sanggup memberikan kekuatan kepada manusia lain tanpa ada hubungan emosi yang sangat kuat dan berarti. Buatku orang yang bisa memberiku kekuatan hanya mereka yang bisa menjadi teladan. Terlebih orang yang pernah membangkitkanku saat aku benar2 rapuh.

Jadi, apakah aku berdosa karena berkhianat?
Maaf, anda bukan hakim atas pengkhianatan yang kulakukan. Kalaupun kau ada di posisiku 90% kau akan melakukan hal yang sama.
Sekarang yang terpenting bagiku menjalani apa yang sudah ada di depan mata dan berusaha sedikitpun tidak menengok ke belakang.
"Lakukan apa yang menurutmu terbaik" karena hanya ada satu pengadilan yang benar-benar bisa dipercaya yaitu Pengadilan Allah di akhirat nanti.